Masa lalu bukanlah pergeseran waktu yang tiada arti dan berlalu begitu saja. Sebab masa lalu akan menjadi saksi ketika kita memasuki kehidupan yang baru (di akhirat). Dengan demikian, kehidupan kita saat ini akan menjadi masa lalu, dan masa lalu ini (waktu) akan menjadi saksi kita di akhirat kelak.
Dia (waktu) akan bersaksi atas segala perbuatan kita selama di dunia. Karena itu, manfaatkanlah waktu yang tersisa ini dengan banyak beramal shalih agar di akhirat sang waktu memberi kesaksian tentang amal-amal shalih yang kita perbuat. Jika tidak, sang waktu akan mendakwa kita, dengan dakwaan yang menyebabkan kita menjadi penghuni neraka.
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: Alangkah baik kiranya aku dahulu mengerjakan (amal salih) untuk hidupku ini. (QS. Al Fajr : 23-24)
Pentingnya Memanfaatkan WaktuIbnu Abid Dunya meriwayatkan dengan isnadnya dari Mujahid, ia mengatakan, Tak satu pun hari kecuali mengatakan, Wahai anak Adam, hari ini aku telah masuk ke dalam kehidupanmu dan tidak akan kembali kepada kehidupanmu setelah hari ini. Maka lihatlah apa yang telah engkau lakukan pada diriku. Jika hari itu telah habis masa berlakunya maka ia akan melipatnya, kemudian menguncinya sampai akhirnya, nanti
Allah membuka kunci itu pada hari Kiamat. Pada saat terakhir masa tugasnya, hari akan berkata, Alhamdulillah aku telah diistirahatkan dari kehidupan dunia dan para penghuninya.
Dari riwayat lain Hasan Al Basri menandaskan, Tak satu pun hari kecuali berkata, Wahai umat manusia, sesungguhnya aku adalah hari baru dan sesungguhnya pula aku menyaksikan segala apa yang terjadi padaku. Dan sesungguhnya jika matahari telah terbenam, maka aku tidak akan kembali kepada kalian hingga hari Kiamat kelak.
Kedua riwayat tersebut pada intinya mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Yaitu mengisinya dengan memperbanyak amal ibadah. Jika tidak, maka kita termasuk orang-orang yang rugi. Bahkan begitu pentingnya memanfaatkan waktu, Allah pun bersumpah sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya:
Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr : 1-3)
Masih berkenaan dengan waktu, menurut Hasan al Basri, dunia ini jika engkau merenungkannya hanya tiga hari: 1) hari kemarin; yang tidak bisa kau harapkan kembali; 2) hari ini; yang mesti engkau manfaatkan kesempatannya; 3) hari esok; yang belum tentu engkau pemiliknya.
Al Bashri melanjutkan bahwa: hari kemarin adalah hakim pembimbing (mengandung hikmah dan pelajaran bagi orang yang mawas diri); hari ini adalah teman yang akan segera pamit; hari kemarin meskipun telah membuatmu menderita, ia menyisakan hikmah di hadapanmu. Tapi jika engkau telah mencampakannya, ia telah jauh menghilang darimu, lekas pergi dari dirimu. Demikian juga esok hari, ia meletakkan harapan-harapannya di hadapanmu. Maka ambilah melalui tindakan yang dapat dipercaya, tinggalkanlah angan-angan yang menipu sebelum lepas ajal.
Memanfaatkan waktu terkait dengan manajemen waktu. Tidak saja mengatur waktu antara hubungan kita kepada Allah (habluminallah) tetapi juga hubungan dengan keluarga dan masyarakat (habluminannas). Di samping itu, pemanfaatan waktu berdampak pada pembentukan kedisiplinan pribadi, keteraturan hidup, serta sikap atau perilaku yang berorientasi pada optimalisasi kuantitas dan kualitas bekerja dan beri¬badah.
Kerugian Menyia-nyiakan Waktu Jangankan di akhirat, di dunia saja, kita sudah bisa merasakan berbagai pengaruh merugikan karena tidak mengoptimalkan waktu dengan berbagai kegiatan positif. Sedangkan di akhirat, siksa neraka menanti mereka yang menyia-nyiakan waktu. Yaitu orang-orang yang selama hidupnya di dunia tidak memperbanyak ibadah, melainkan menggandrungi segala yang dilarang-Nya.
Sungguh tiada guna rasa sesal, ketika di akhirat kelak Allah memiperlihatkan kepada kita tentang banyaknya waktu yang kita sia-siakan dalam hidup ini. Bahkan di sana, orang-orang kafir pun menunjukan penyesalannya yang tiada tara atas pengingkaran mereka terhadap segala ketentuan Allah dan menyia-nyiakan waktu yang diberikan kepada mereka selama di dunia.
“Dan alangkah ngerinya, jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata); Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal salih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin. (QS. As Sadjidah : 12)
Untuk informasi lebih lanjut silahkan berkunjung ke kantor KIAS Travel daerah Bintaro yang beralamat di Ruko Kebayoran Arcade Cove Blok KA/B3-62 Jalan Boulevard Raya Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Jaya Pondok Aren, Tangerang Selatan. kode Pos 15222. Telpon : 0821-7171-7005.
Website dan Media Sosial:Website : www.kiastravelumroh.comInstagram & Fanspage :@KIAS.TravelTiktok :@kiastravelYouTube : @KIASTRAVEL

