Bagi umat Islam, khususnya yang pernah menunaikan ibadah haji dan umrah, tentunya tidak asing lagi mendengar sebuah batu yang bernama Hajar Aswad. Tapi, barangkali, tidak banyak yang tahu, bagaimana sejarah dari keberadaan batu hitam tersebut sehingga kehadirannya menjadi bagian dari prosesi ibadah tersebut.Dahulu, ketika Nabi Ibrahim As hampir menyelesaikan bangunan Ka’bah yang diperintahkan Allah, beliau merasa ada yang kurang dengan kehadiran bangunan tersebut. Kemudian, diperintahlah putranya, Ismail As, untuk mencari sebuah batu untuk diletakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.
Dahulu, ketika Nabi Ibrahim As hampir menyelesaikan bangunan Ka’bah yang diperintahkan Allah, beliau merasa ada yang kurang dengan kehadiran bangunan tersebut. Kemudian, diperintahlah putranya, Ismail As, untuk mencari sebuah batu untuk diletakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.Pergilah Isma’il mencari sebuah batu yang dianggap cocok, dari satu bukit ke bukit lain. Tatkala pencarian berlangsung, malaikat Jibril mendatangi Isma’il As dan memberinya sebuah batu. Tentu saja ia merasa senang menerima batu itu lalu segera membawanya kepada sang ayah. Nabi Ibrahim As gembira menerimanya dan mencium batu itu beberapa kali.
“Dari mana engkau peroleh batu ini, anakku?” tanya Ibrahim As. “Ayahanda, batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu,” terang Isma’il As.Begitulah sekilas sejarah mengenai Hajar Aswad. Para jamaah haji, banyak yang berharap bisa mencium batu itu. Apalagi, seperti diceritakan oleh Umar bin Khathab, Nabi Muhammad Saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim).
Begitu besar nilai historisnya, pernah ada orang yang hendak mencuri Hajar Aswad. Diberitakan, pada akhir bulan Muharram 1351 H, seorang laki-laki mendatangi ke Ka’bah, lalu berusaha mencungkil Hajar Aswad, potongan kain Kiswah, dan sepotong perak dari tangga Ka’bah. Karena diketahui para penjaga, orang tersebut berhasil ditangkap.
Awalnya Berwarna Putih
Konon, Hajar Aswad berwarna putih, namun dosa anak cucu Nabi Adam lah yang menjadikannya hitam. Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Ia memiliki aroma wangi yang unik. Ketika umrah atau haji, umat muslim berebut menciumnya, mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Saw. Boleh saja sejumlah orang menduga, batu itu adalah meteorit. Akan tetapi, Hajar Aswad, diyakini umat Islam berasal dari surga yang dibawa malaikat Jibril.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan berkunjung ke kantor KIAS Travel daerah Bintaro yang beralamat di Ruko Kebayoran Arcade Cove Blok KA/B3-62 Jalan Boulevard Raya Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Jaya Pondok Aren, Tangerang Selatan. kode Pos 15222. Telpon : 0821-7171-7005.

