Haji dan Hajah adalah panggilan bagi orang yang telah melaksanan Ibadah Haji. Pelaksanaan ibadah haji seringkali dianggap untuk menggugurkan kewajiban: demi menunaikan rukun Islam kelima. Tata cara pelaksanaannya, sebatas ritual yang sekadar mencoba memenuhi rukun dan syarat-syaratnya.
Alhasil, pengalaman menunaikan ibadah haji (juga umrah) tidak membekas dalam kehidupan sehari-hari. Begitulah seandainya para haji dan hajah mengabaikan makna hakiki berhaji.
Menurut Ali Syariati dalam salah satu bukunya, ibadah haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ibadah haji merupakan sebuah demonstrasi simbolis dan falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya, pelaksanaan ibadah haji dapat dikatakan sebagai suatu pertunjukan banyak hal secara serempak. Ibadah haji merupakan suatu pertunjukan tentang “penciptaan”, “sejarah”, “keesaan” (Tuhan), “ideologi Islam”, dan “ummah”.
Syariati menambahkan, Tuhan adalah sutradaranya. Tema yang dibawakan yaitu perbuatan orang-orang yang terlibat. Para tokoh utamanya meliputi Adam, Ibrahim, Hajar, dan setan. Lokasi pertunjukannya yaitu Masjid Haram, daerah Haram, Nas’a, Arafah, Padang Masy’ar dan Mina. Simbol-simbolnya adalah Ka’bah, Shafa, Marwah, siang, malam, matahari terbit, matahari terbenam, berhala dan upacara kurban. Pakaian dan make up-nya adalah ihram, halgh dan taqshir (mencukur sebagian rambut kepala). Pemeran dalam “pertunjukan” ini adalah seorang, yakni “dirimu sendiri”, “kita” atau “manusia”.
Aktor utama pertunjukkan di “hadapan” Allah ini adalah kita (manusia). Tidak mempersoalkan laki-laki atau perempuan, muda atau tua, kulit hitam atau kulit putih, bangsawan atau orang biasa, berkedudukan atau tidak. Seorang manusia berperan sebagai Adam, Ibrahim dan Hajar dalam “konfrontasi” antara Allah dengan setan. Engkau adalah “pahlawan” dari pertunjukan ini. Setelah manusia mempertunjukkan dirinya sebagai “pahlawan” di hadapan Allah, sejatinya jiwa kepahlawanan tetap melekat dalam diri para haji dan hajjah hingga pasca ibadah haji. Pahlawan dalam arti menjadi pribadi-pribadi yang bertaubat seperti Adam, patuh pada Allah dan rela berkurban seperti Ibrahim, serta memiliki semangat juang untuk melanjutkan kehidupan yang diridhai-Nya seperti halnya Siti Hajar.
Dalam memenuhi jiwa kepahlawan yang muncul bagi para haji dan hajah, KIAS Travel hadir memberikan solusi pelayanan dengan kualitas yang baik dan mengupayakan agar haji dan hajah mendapat gelar haji yang mabrur.

