4 Tipe Hajji:Silakan Instrospeksi

Dalam melaksanakan ibadah haji, berbagai niat atau tujuan dari para jamaahnya telah melahirkan keberadaan berbagai tipikal haji. Berikut ini tipe-tipe haji sebagaimana diungkapkan Irham Syaroni dalam sebuah tulisannya yang bertajuk Ragam Tipe Manusia Haji sebagaimana dimuat di salah satu situs Islam, yaitu:Pertama, tipe haji wisata. Orang yang berhaji model ini cenderung beranggapan, tanah suci adalah objek wisata layaknya Gunung Bromo, Pantai Sanur, Menara Eiffel, Patung Liberty, Tembok Besar Cina, dan sebagainya. Tidak heran, yang dominan di alam khayalnya adalah keindahan, kenyamanan, dan fantasi hiburan.

Selain itu, yang mendesak di pikirannya ketika hendak kembali ke Tanah Air adalah oleh-oleh apa yang akan dibawa, foto-foto seperti apa yang akan dipertontonkan dan cerita-cerita dahsyat apa yang akan dikisahkan kepada sanak saudara serta tetangga. Tipe ini kerap pula disebut oleh masyarakat Jawa sebagai Haji Mabur. Mabur dalam bahasa Jawa berarti terbang, yaitu sekadar menikmati terbang atau pelesiran dengan menaiki pesawat terbang.Kedua, tipe haji bisnis. Yakni, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Haji merupakan urusan akhirat. Karenanya, penghayatannya harus lebih berorientasi kepada kehidupan akhirat. Bagaimana bisa menghadap Allah secara ikhlas jika orientasi untung rugi materi terselip di dalam hati. Mereka yang ditunjuk pemerintah sebagai petugas haji boleh juga kita kategorikan ke dalam tipikal ini. Tugas mereka semestinya melayani urusan jemaah haji,

bukan malah mengambil kesempatan untuk berhaji. Akibatnya, banyak urusan jemaah haji yang terabaikan dan terbengkalai karena sibuk dengan ibadahnya sendiri.Ketiga, tipe haji politik. Yakni, haji yang lebih diorientasikan untuk meraih prestasi, prestise, dan hegemoni politik. Karena, bagaimana pun, gelar haji mampu mendongkrak status sosial seseorang. Target utama haji tipe ini adalah keterpikatan kantung suara umat Islam terhadap sosok yang sengaja dia desain menjadi seolah relijius. Biasanya, setelah ambisi politik tercapai, Pak Haji Politik ini akan kembali seperti aslinya, yaitu korup, arogan, otoriter, menindas, dan membiarkan massa pendukungnya tetap dalam belitan ekonomi, kebodohan, dan sebagainya.

Keempat, tipe haji mabrur. Tipe inilah yang dikehendaki Allah Swt. Indikasinya terlihat dari adanya peningkatan ibadah baik ritual maupun sosial, vertikal maupun horisontaL, pascaberhaji.Langkah awal dalam menggapai haji mabrur adalah meluruskan motivasi (niat) dan menanamkan keikhlasan serta ketawakkalannya semata-mata karena Allah SWT. Ciri Haji Mabrur terlihat dari Sabda Rasulullah SAW, Barang siapa yang keluar melaksanakan haji, kemudian dia menjaga perkataannya dari hal-hal yang kotor (rafats) dan tidak berbuat kefasikan, maka ia datang ke dunia ini seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. (HR. Bukhari).

Alangkah ruginya kita melakukan amal ibadah haji dengan bersusah payah, mengerahkan banyak pengorbanan fisik dan materi, namun kemabrurannya hilang karena kesalahan motivasi atau niat, seperti riya (pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), takabbur (sombong), dan sebagainya.

Untuk itu, meluruskan niat dalam haji merupakan keniscayaan. Dalam hal ini, tidak ada salahnya bila kita belajar pada Abu Yazid al-Bistami, salah seorang tokoh sufi. Abu Yazid pernah berujar, Pada perjalanan haji yang pertama, saya hanya melihat rumah Tuhan; pada yang kedua, saya melihat rumah Tuhan dan pemilik-Nya; dan pada perjalanan haji yang ketiga, saya hanya melihat Tuhan saja. Artinya, niat haji hanyalah karena Tuhan semata.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan berkunjung ke kantor KIAS Travel daerah Bintaro yang beralamat di Ruko Kebayoran Arcade Cove Blok KA/B3-62 Jalan Boulevard Raya Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Jaya Pondok Aren, Tangerang Selatan. kode Pos 15222. Telpon : 0821-7171-7005.

Media Sosial:Instagram & Fanspage :@KIAS.TravelTiktok :@kiastravelYouTube : @KIASTRAVEL

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *